Website OlShop Anda Kurang Efektif? Mungkin Ini Penyebabnya.

5/5 (2)

Melihat karakteristik masyarakat kita dalam berbelaja harusnya kita sudah paham dan mampu aplikasikan hal tersebut pada toko online kita, setidaknya anda harusnya memiliki ide bagaimana meningkatkan penjualan dengan menggunakan website toko online. Mungkin banyak yang berfikir mengapa banyak OlShop yang hanya mengandalkan sosial media banyak yang bisa sukses padahal anda sudah banyak keluar uang untuk membuat satu website toko online. Jadi masalah sebenarnya bukan karena toko online yang menggunakan website tidak efektif tapi bagaimana anda mengemas website tersebut agar berguna dan memudahkan pembeli untuk melakukan transaksi. Jika dilihat lagi memiliki website lebih banyak untungnya tergantung bagaimana mindset yang anda miliki. Jika hanya biar dikira keren satu OlShop memiliki website berarti sebaiknya anda tidak usah memiliki website. Memiliki satu website toko online sebenarnya adalah strata level satu Olshop menuju pengembangan yang lebih baik.

 

Kembali kepada karakteristik masyarakat dalam berbelanja online dan hubungannya dengan media yang kita gunakan untuk berjualan adalah bagaimana memudahkan pembeli untuk melakukan transaksi. inilah jawaban mengapa banyak OlShop banyak sukses hanya mengandalkan sosial media saja. Orang Indonesia tidak suka ribet dalam berbelanja. Anda bukan website-website besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dll dimana pengguna dengan suka rela ber “ribet” ria untuk melakukan transaksi mulai dari mendaftar, mengisi formulir, melakukan konfirmasi, dll, setidaknya belum. Anda harus lalui dulu sistem demi sistem jika ingin seperti mereka dan mengumpulkan banyak customer. Jika website-website yang saya sampaikan menurut anda terlalu ketinggian, baiklah. mungkin anda ingin menyamakan cara berbelanja dengan website seperti halnya budaya di luar negeri yang mana pembeli sudah terbiasa dengan website toko online dari ragam bentuknya itu. Tidak, di indonesia tidak seperti itu. di Indonesia orang lebih suka jika bertemu dengan website yang baru di kenalnya kebetulan tertarik pada satu produk yang ditawarkan akan banyak-banyak berpikir. bukan harga yang mereka lihat karena dengan mereka masuk ke satu halaman produk itu indikator serius dengan kemungkinan 60% ada kemungkinan orang tersebut akan berbelanja. jadi apa yang membuat mereka mengganjal?

 

Mau belanja saja “ribet”

Jangan paksa pembeli untuk mendaftar. Dengan adanya ketertarikan pada satu produk yang ditawarkan di website yang mereka anggap asing saja sudah cukup baik. jangan persulit mereka dengan menu pendaftaran pelanggan baru untuk melakukan transaksi walaupun menurut saya itu bukanlah hal yang buruk tapi ingat, kita menghadapi pelanggan yang memiliki budaya khas Indonesia makin simple/mudah makin baik. Jika website anda terlanjur memiliki fitur pendaftaran setidaknya sematkan juga fitur belanja tanpa mendaftar atau belanja sebagai tamu tanpa harus mendaftar.

 

Hindari istilah atau bahasa terlampau “keren” pada menu belanja.

Sekali lagi jangan buat bingung calon pembeli dengan istilah-istilah yang awam untuk mereka pahami, jangan sampai yang seharusnya ada dibenak anda untuk memiliki website harusnya mempermudah kerja untuk berjualan malah sama saja karena harus berulang kali memberi tutorial singkat kepada calon pembeli untuk melakukan transaksi. ujung-ujunganya ketika sudah mentok malah jadi transaksi via chat atau telepon. tidak salah memang tapi apa gunanya anda memiliki website kalau begitu. Jadi buat menu belanja semudah mungkin sehingga anda hanya perlu mengurus urusan konfirmasi pembelian dan info resi saja atau pertanyaan minor seputar produk.

 

Website sama seperti toko offline. Tata dengan rapi!

Bagaimana rasanya ketika masuk ke sebuah toko tapi tokonya jorok dan berantakan? itu bisa di asumsikan pada website toko online. rapikan website anda seperti halnya anda masuk ke sebuah mini market dan secara otomatis anda sudah tahu dimana harus menemukan minuman ringan, dimana snack nya dan dimana harus membayar, jika bingung anda bisa temukan seseorang untuk ditanyai. filosofi itulah yang harusnya juga terjadi pada satu website toko online.

 

Website anda murahan! Calon Pembeli jadi “Ilfil”

Maaf jika saya harus bilang begini tapi nyatanya banyak saya temukan seller OlShop tidak memperhatikan hal penting ini. Jika tidak siap untuk memiliki website karena dana yang kurang sebaiknya jangan dilakukan. pengaruh website terhadap pandangan calon pembeli sangat penting. padahal anda sudah susah payah membangun Olshop di media sosial dengan follower belasan atau bahkan puluhan ribu itu tapi lagi-lagi anda makin repot karena pembeli tidak mau bertransaksi di website. padahal dengan memiliki website anda ingin pekerjaan anda jadi lebih mudah dan bisa melakukan pengembangan lainnya.

Bisa juga terjadi seperti ini. katakanlah anda baru memulai satu toko online dan memiliki satu website yang baik dengan menataan yang baik serta pengalaman kemudahan berbelanja yang ada pada website itu pula. kesampingkan jumlah follower anda di media sosial. pembeli mungkin saja akan menganggap toko online anda sudah terkenal dan bisa dipercaya. Perbanyak mengintip website tetangga yang se level dengan anda bagaimana cara mereka mengelola websitenya. dan anda bisa melakukan improvisasi.

Website yang baik tidak harus mahal tapi ada harga ada rupa. Maksud saya website yang murah belum tentu murahan tapi banyak website murahan harganya memang murah. hal terpenting yang perlu diperhatikan pertama kali membeli website adalah ketahui dengan detail apa saja fiturnya dan kenali website yang anda miliki. apakah fitur tersebut dapat memudahkan pembeli untuk melakukan transaksi.

 

Pelayanan anda buruk!

Baik saya setuju jika pelayanan buruk mempengaruhi pandangan calon customer dimanapun dan apapun media pemasarannya. jadi perbaiki cara anda melayani pembeli. apalagi jika ditambahkan dalam hal ini pada media pemasaran melalui website mungkin hal-hal yang perlu dihindari pada pembahasan saya diatas “dosa” nya bisa diampuni ketika anda melayani pertanyaan calon pembeli dengan baik dan syukur-syukur mereka akhirnya jadi membeli tapi bagaimana jika ketika pembeli sudah masuk ke satu website yang tampilannya tidak meyakinkan, mau belanja ribet ditambah lagi seller yang jutek. ahh lengkap sudah. jangan harap calon pembeli itu kembali lagi bahkan jika anda menawarkan harga produk yang murah.

 

Tips ini bisa anda gunakan saat melayani melalui chat. jika diperlukan tambahkan emoticon pada setiap akhir kalimat karena emoticon seolah-olah memperlihatkan satu emosi dari seller karena kita tidak sedang bertatap muka dengan pembeli. sangat penting untuk calon pembeli rasakan bahwa kita sangat excited melayani mereka. perhatikan juga tanda baca. pernah saya temui beberapa seller saat di chat banyak menggunakan tanda seru “!” di akhir kalimat. tapi emoticon juga ada tempat dan juga siapa yang kita layani jadi anda bisa berimprovisasi sendiri. namun yang jelas jangan menyematkan emoticon pada email.

 

Tambahan

Untuk masalah harga kita semua sepertinya sudah sepakat bahwa makin murah makin di minati seseorang. jangan memberi harga yang berlebihan apalagi jika produk yang anda jual adalah produk yang populer. karena akan ada banyak pilihan di tempat lain. Jika pun harga yang anda tawarkan lebih tinggi dari tempat lain setidaknya anda memberikan pengalaman berbelanja yang baik atau nyaman kepada mereka. Ada nilai lebih yang ditawarkan.

 

Dan itu semua adalah hal paling dasar yang mungkin menjadi penyebab website anda sepi pembeli padahal mungkin anda sudah keluar uang untuk beriklan. Sebenarnya ada beberapa alasan lagi tapi pada pembahasan ini memang di khususkan untuk para seller pemilik website saja. anda bisa berimprovisasi lagi dengan belajar dan melihat-lihat website lain yang menurut anda baik dan bisa di aplikasikan ke toko online anda. Terima kasih. dan semoga sukses untuk kita semua.

 

Share